Saturday, 22 June 2013

Biografi Habib Alwi Bin Salim Al-Idrus


HABIB ALWI BIN SALIM ALAYDRUS

Lahir Di Malang  pada Tahun 1341 H/1923 M. Wafat 22 Rabiul Tsani 1416 H (19 September 1995). Dimakamkan di pemakaman umum Kasin, Malang. Pendidikan Madrasah Attaraqqie Malang. Putra/Putri 4 Orang.
Perjuangan/Pengabdian : Kepala Madrasah Attaraqqie Malang, Ketua Majelis Tahkim Masjid Agung Jami' Malang, Rois Syuriyah NU Cabang Kota Malang, Perintis Majelis Taklim Al Islami Kota dan Kabupaten Malang, dan mengajar di beberapa masjid, termasuk di Masjid Agung Jami' Malang.
Ulama Kharismatik, yang Gigih Berdakwah
Nama Al Ustadz Al Habib Alwi bin Salim bin Ahmad Alaydrus di kalangan masyarakat Kota dan Kabupaten Malang sangat berpengaruh. Bahkan, karena kealiman ilmunya, tokoh ulama kharismatik, yang akrab dipanggil Ustadz Alwi ini sangat disegani. Tidak hanya para habaib, kiai, ustadz, dan tokoh masyarakat, tapi para pejabat. Karenanya, beliau dijadikan panutan dalam menentukan suatu hukum Islam yang berkembang saat itu.   
Ustadz Alwi dilahirkan di Malang pada tahun 1341 Hijriyah, bertepatan pada tahun 1923 M. Ketika usia 4 tahun, beliau telah ditinggal wafat ayahnya, Al Habib Salim bin Ahmad Alaydrus. Beliau merupakan putra kedua, dari tiga bersaudara, masing-masing Habib Ahmad bin Salim Alaydrus, dan Habib Hasan bin Salim Alaydrus, semuanya telah dipanggil Allah SWT.
Menurut Habib Sholeh bin Ahmad Alaydrus, keponakan Ustadz Alwi, sewaktu kecil, Ustadz Alwi belajar Al Qur'an dari Syekh Ahmad Kodah, dan menuntut ilmu di Madrasah Attaraqqie di Embong Arab, yang kini menjadi Jl Syarif Al Qodri. Diantara guru-guru beliau, Habib Hasyim, Habib Muhammad, Habib Aqil bin Ali bin Yahya (mereka bertiga itu bersaudara).
Sekitar akhir tahun 1944 M, Ustadz Alwi belajar kepada Al Ustadz Imam Al Habr Al Quthub Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih ra, Pendiri dan Pengasuh Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah Malang. Pada waktu itu, Habib Abdul Qodir Bilfaqih baru pindah dari Mojokerto ke Malang, dan kemudian oleh Habib Sholeh bin Muhammad Mauladdawilah (ayahanda Habib Baqir bin Sholeh Mauladdawilah) diangkat menjadi Kepala Madrasah Attaraqqie.
Sejak itu, Ustadz Alwi mendapat perhatian khusus dari Habib Abdul Qodir Bilfaqih. Sebab Habib Abdul Qodir mengetahui, jika Ustadz Alwi bakal mewarisi ilmu kakeknya, yakni Al Imam Al Kutub Al Habib Abdullah bin Abi Bakar Alaydrus Al Akbar, seorang ulama besar yang meninggal di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman Selatan.
"Karenanya, kemanapun Habib Abdul Qodir Bilfaqih berdakwah dan mengajar, ustadz Alwi selalu bersamanya. Hal tersebut berjalan sekitar 18 tahun. Selama itu, beliau menggali berbagai macam ilmu agama, baik yang tersurat maupun yang tersirat dari Habib Abdul Qodir. Kemudian, Ustadz Alwi diminta menggantikan posisi Habib Abdul Qodir sebagai Kepala Madrasah Attaraqqie,'' kata Habib Sholeh bin Ahmad Alaydrus, yang juga cucu menantu Habib Abdul Qodir Bilfaqih.
Namun, dalam perjalanannya, karena selain mengajar di Attaraqqie beliau juga mengajar ngaji di masjid-masjid dan berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Malang, jabatan Kepala Madrasah Attaraqqie digantikan kakaknya, yakni Habib Ahmad bin Salim Alaydrus (ayahanda Habib Sholeh bin Ahmad Alaydrus) pada 1968. Itupun karena permintaan umat Islam di Malang yang haus akan ilmu-ilmu dan hikmah yang disampaikan Ustadz Alwi.
Setelah itu, beliau mencurahkan waktu dan harta bendanya untuk kepentingan dakwah dan kajian-kajian ilmu, terutama akhlak dan fiqih. Banyak para kiai sepuh, dan kiai muda, termasuk juga para ustadz dan masyarakat yang mengkaji ilmu di kediaman rumah beliau di Tanjung No 7, yang sekarang menjadi Jl. IR Rais Malang.
Beliau juga mengajar di Masjid Agung Jami' Malang mulai sekitar tahun 1969-an, dengan rujukan kitab Riyadhus Sholihin. Di sela-sela kesibukan berdakwah, beliau juga menjadi Ketua Majlis Tahkim Masjid Agung Jami' Malang pada 1986-1995, dan menjadi Rois Syuriyah NU Cabang Kota Malang mulai tahun 1971 sampai 1977.
Pada 1 Oktober 1981, Ustadz Alwi bersama H. Samsul Arif  Zaki dan 11 orang lainnya, yang waktu itu masih aktif di Pengurus NU, GP Ansor Cabang Kota Malang mendirikan Majlis Taklim Al Islami, yang kemudian kelompok pengajian itu menyebar ke berbagai daerah.
Upaya menegakkan ajaran Islam ala Ahlussunnah wal Jama'ah, yang bernafas Islamiyah, Sunni, dan Syafi'iyah, pada tahun 1989 ustadz Alwi mendirikan Pesantren Darut Taklim wad Dakwah di Bumiayu, Kedungkandang, yang tanahnya dibeli sendiri, dan kini diteruskan keluarganya, terutama untuk pengajian ibu-ibu muslimat, yang diasuh oleh ustadah (istri Ustadz Alwi).
Tokoh ulama, yang hidup sederhana dan ahli fiqih ini, menurut Habib Sholeh, sangat berhati-hati dalam menerapkan hukum Islam. ''Beliau tidak pernah m
Bahkan, saking hati-hatinya ulama yang mempunyai referensi ribuan kitab ini, dalam menerapkan syariat Islam, sewaktu gigi depannya tanggal (patah). Beliau tidak mau mengimami shalat berjamaah, karena dikhawatirkan ketika melafalkan ayat-ayat Al Qur'an itu tidak fasih.
Kegigihan beliau dalam berdakwah untuk menyebarkan ajaran Rasulullah SAW memang sangat tinggi. Meski dalam keadaan kurang sehat, ataupun keadaan hujan, perjalanan ke daerah-daerah pelosok desa, jika sudah waktunya,  maka dalam keadaan apapun akan berangkat. Tak peduli harus berjalan kaki, hingga naik kuda ke daerah Baran, Tajinan, Buring dan beberapa daerah pegunungan di kawasan Buring.
Pernah suatu ketika, setelah ngaji di Ponpes Darus Sa'adah, Gubugklakah, Poncokusumo, Ustadz Alwi malam itu memaksa harus pulang. Padahal waktu itu sudah pukul 20.30 WIB, dengan alasan karena bakda Shubuh harus mengajar ngaji di rumahnya. ''Akhirnya beliau diantar mobil. Namun, sekitar 15 menit kemudian sopir sudah datang. Sewaktu melihat jam, ternyata masih pukul 20.45 WIB, dengan terheran-heran sopir itu mengatakan, jika ia telah mengantarkan bukan orang sembarangan. Mengingat perjalanan Poncokusumo-Malang yang biasanya ditempuh sekitar 2 jam PP itu hanya ditempuh sekitar 15 menit,'' kata Ustadz H Nur Hasanuddin, santri Ustadz Alwi, yang juga Pengasuh Ponpes Darus Sa'adah, seraya menambahkan jika sejak saat itu, sopir yang 'nakal' tersebut langsung tobat dan taat beribadah.
Ustadz Alwi dipanggil Allah SWT pada Selasa 22 Rabiul Tsani 1416 H, bertepatan pada 19 September 1995 sekitar pukul 04.30 WIB, setelah adzan Shubuh di kediamannya dalam usia 72 tahun, dan dimakamkan di Pemakaman Umum Kasin. Beliau wafat karena sakit gagal ginjal, sempat dirawat di rumah sakit RST Soepraoen, Sukun Malang. Beliau meninggalkan seorang istri dan empat anak, diantaranya dua putra, yakni Habib Abdullah bin Alwi Alaydrus, dan Asadullah bin Alwi Alaydrus, yang belajar di Hadramaut, Yaman, serta dua orang putri. (*)

Sunday, 24 March 2013

Adakah Madzhab Salaf ?

Kerancuan Istilah Salaf
Istilah 'salaf' artinya adalah sesuatu yang lampau atau terdahulu. Terjemahan salaf dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam, seperti lampau, kuno, konservatif, konvensional, ortodhox, klasik, antik, dan seterusnya.

Kalau kita lihat dari sisi ilmu hukum dan syariah, istilah salaf sebenarnya bukan nama yang baku untuk menamakan sebuah medote istimbath hukum. Istilah salaf hanya menunjukkan keterangan tentang sebuah kurun waktu di zaman yang sudah lampau.

Kira-kira perbandingannya begini, kalau kita ingin menyebut skala panjang suatu benda dalam ilmu ukur, maka kita setidaknya mengenal ada dua metode atau besaran, yaitu centimeter dan inchi. Di Indonesia biasanya kita menggunakan besaran centimeter, sedangkan di Amerika sana biasa orang-orang menggunakan ukuran inchi. Nah, tiba-tiba ada orang menyebutkan bahwa panjangnya meja adalah 20 'masa lalu'.

Lho? Apa maksudnya '20 masa lalu' ?

Apakah istilah 'masa lalu' itu adalah sebuah besaran atau ukuran dalam mengukur panjang suatu benda? Jawabannya pasti tidak. Yang kita tahu hanya besaran 20 centimeter atau 20 inchi, tapi kalau '20 masa lalu', tidak ada seorang pun yang mengenal istilah itu.

Ya bisa saja sih segelintir orang menggunakan istilah besaran 'masa lalu' sebagai besaran untuk mengukur panjang suatu benda, tetapi yang pasti besaran itu bukan besaran standar yang diakui dalam dunia ilmu ukur. Jadi kalau kita ke toko material bangunan, lalu kita bilang mau beli kayu triplek ukuran 20 'masa lalu', pasti penjaga tokonya bingung dan dahinya berkerut 10 lipatan.

Sistem Operasi Komputer
Dalam dunia komputer kita juga mengenal istilah sistem operasi. Dan kita tidak akan bisa menggunakan komputer, kalau sistem operasinya tidak diinstal terlebih dahulu. Tidak ada komputer kalau tidak ada sistem operasinya.

Meski sebenarnya jumlah sistem operasi cukup banyak, tapi yang paling populer dikenal orang awam cuma tiga saja, yaitu Windows, Linux dan Mac. Ketiganya diciptakan oleh team-team yang ahli di bidang teknologi IT, dan sudah mulai menciptakan sistem operasi itu sejak awal komputer ditemukan.

Buat kita orang awam, kalau beli komputer pastilah kita pilih yang sudah ada sistem operasinya. Sebab kita tidak akan mampu menciptakan sistem operasi sendiri. Bahkan para programmer pun umumnya pakai sistem operasi salah satu dari ketiganya. Saya belum pernah menemukan ada orang sangat pintar dalam urusan komputer, sampai-sampai dia bisa bikin sistem operasi sendiri. Kalau sekedar bikin script atau bikin pemrograman, tentu banyak yang mampu. Apalagi bikin tulisan di microsoft word, saya kira semua orang juga bisa.

Tetapi bikin sebuah file tulisan di microsoft word itu tidak sama dengan menciptakan sistem operasi. Meski pun nama filenya bernama : sistem-operasi-masa-lalu.doc, tetapi kalau kita buka, tentu isinya bukan sistem operasi. Itu cuma file microsoft word, tetapi mengaku-ngaku sebagai sistem operasi. Anak TK juga bisa bikin file begituan.

Yang pasti, di dunia ini kita tidak pernah mendengar ada orang menjual sistem operasi yang namanya adalah : salaf alias  'masa lalu'. Dan kalau ada orang datang ke toko komputer lalu minta komputernya diinstal dengan sistem operasi 'masa lalu', tentu pemilik toko menggelengkan kepala. Dia pasti bingung sambil bertanya, 'OS masa lalu, apaan tuh mas?'.

Nah, kurang lebih perbandingannya begini. OS yang kita kenal seperti Windows, Linux dan Mac itu kira-kira seperti mazhab-mazhab fiqih  baku yang kita kenal sekarang ini, seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah. Semua orang tahu dan semua orang pakai. Dan nyatanya memang ketiga OS itulah yang digunakan orang, tentu dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya.

Lalu tiba-tiba ada orang yang tidak mau pakai salah satu dari ketiga OS itu, cuma sayangnya dia pun bukan ahli komputer, bukan programmer dan pengetahuannya tentang komputernya di bawah rata-rata, alias orang awam. Kemudian dia menghayal untuk bikin OS yang diberinya nama : 'masa lalu', padahal yang dia buat adalah sebuah file tulisan dengan menggunakan microsoft word. Tetapi karena komputernya belum ada sistemnya, meski file word itu ada di dalam hardisk, apa yang akan terjadi?

Begitu dia booting untuk menyalakan komputernya, yang tampil di layar cuma warna hitam saja. Kalau pun ada tulisan, cuma keterangan bahwa komputer ini tidak atau belum ada sistemnya. Silahkan instal sistem ke dalamnya. File word yang dia bikin dengan nama 'masa lalu' ternyata bukan sebuah sistem, tetapi sekedar sebuah file, itu pun sebenarnya under windows juga.

Kalau melihat kelakuan bocah lugu seperti itu, tentu kita yang rada sedikit mengerti tentang komputer akan tertawa terpingkal-pingkal. Sudahlah belajar komputer saja yang benar dengan guru yang benar juga, kurang lebih begitu nasehat kita kepadanya.

Mazhab Fiqih Yang Empat Adalah Salaf
Sementara kita memperbincangkan bahwa salaf itu bukan nama sebuah sistem, sebenarnya justru keempat mazhab yang kita kenal itu hidupnya malah di masa salaf, alias di masa lalu.

Al-Imam Abu Hanifah (80-150 H) lahir hanya terpaut 70 tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Apalah seorang Abu Hanifah bukan orang salaf? Al-Imam Malik lahir tahun 93 hijriyah, Al-Imam Asy-Syafi'i lahir tahun 150 hijriyah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal lahir tahun 164 hijriyah. Apakah mereka bukan orang salaf?

Maka kalau ada yang bilang bahwa mazhab fiqih itu bukan salaf, barangkali dia perlu belajar sejarah Islam terlebih dahulu.  Sebab mazhab yang dibuangnya itu ternyata lahirnya di masa salaf. Justru keempat mazhab fiqih itulah the real salaf.

Sedangkan Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim dan Ibnu Hazm, kalau dilihat angka tahun lahirnya, mereka juga bukan orang salaf, karena mereka hidup jauh ratusan tahun setelah Rasulullah SAW wafat. Apalagi Syeikh Bin Baz, Utsaimin dan Al-Albani, mereka bahkan lebih bukan salaf lagi, tetapi malahan orang-orang khalaf yang hidup sezaman dengan kita.

Sayangnya, Ibnu Taymiyah, Ibnul Qayyim, apalagi Bin Baz, Utsaimin termasuk Al-Albani, tak satu pun dari mereka yang punya manhaj, kalau yang kita maksud dengan manhaj itu adalah arti sistem dan metodologi istimbath hukum yang baku. Bahasa mudahnya, mereka tidak pernah menciptakan ilmu ushul fiqih. Jadi mereka cuma bikin fatwa, tetapi tidak ada kaidah, manhaj atau polanya.

Kalau kita ibaratkan komputer, mereka memang banyak menulis file word, tetapi mereka tidak menciptakan sistem operasi. Mereka punya banyak fatwa, mungkin ribuan, tetapi semua itu levelnya cuma fatwa, bukan manhaj apalagi mazhab.

Bukan Salaf Tetapi Dzahihiri
Sebenarnya kalau kita perhatikan metodologi istimbath mereka yang mengaku-ngaku sebagai salaf, sebenarnya metode mereka itu tidak mengacu kepada masa salaf. Kalau dipikir-pikir, metode istimbah yang mereka pakai itu lebih cenderung kepada mazhab Dzhahiriyah. Karena kebanyakan mereka berfatwa hanya dengan menggunakan nash secara Dzhahirnya saja.

Mereka tidak menggunakan metode istimbath hukum yang justru sudah baku, seperti qiyas, mashlahah mursalah, istihsan, istishhab, mafhum dan manthuq. Bahkan dalam banyak kasus, mereka tidak pandai tidak mengerti adanya nash yang sudah dinasakh atau sudah dihapus dengan adanya nash yang lebih baru turunnya.

Mereka juga kurang pandai dalam mengambil metode penggabungan dua dalil atau lebih (thariqatul-jam'i) bila ada dalil-dalil yang sama shahihnya, tetapi secara dzhahir nampak agak bertentangan. Lalu mereka semata-mata cuma pakai pertimbangan mana yang derajat keshahihannya menurut mereka lebih tinggi. Kemudian nash yang sebenarnya shahih, tapi menurut mereka kalah shahih pun dibuang.

Padahal setelah dipelajari lebih dalam, klaim atas keshahihan hadits itu keliru dan kesalahannya sangat fatal. Cuma apa boleh buat, karena fatwanya sudah terlanjur keluar, ngotot bahwa hadits itu tidak shahih. Maka digunakanlah metode menshahihan hadits yang aneh bin ajaib alias keluar dari pakem para ahli hadits sendiri.

Dari metode kritik haditsnya saja sudah bermasalah, apalagi dalam mengistimbath hukumnya. Semua terjadi karena belum apa-apa sudah keluar dari pakem yang sudah ada. Seharusnya, yang namanya ulama itu, belajar dulu yang banyak tentang metode kritik hadits, setelah itu belajar ilmu ushul agar mengeti dan tahu bagaimana cara melakukan istimbath hukum. Lah ini belum punya ilmu yang mumpuni, lalu kok tiba-tiba bilang semua orang salah, yang benar cuma saya seorang. Waduh, minum dimana mabok dimana nih orang. . .

Bukan Salaf Tapi Taklid Kepada Ulama Dengan Sistem Tebang PilihDan dalam kenyatanyaannya, sebenarnya yang mereka lakukan pada hakikatnya hanyalah sekedar bertaklid buta kepada tokoh yang mereka anggap sebagai ulama. Namun sayangnya, ketika mereka bilang ikut para ulama, ternyata dengan cara tebang pilih. Kalau ada ulama yang sekiranya punya pendapat cocok dengan 'selera' mereka, maka pendapatnya itu diikuti bagaikan wahyu yang turun dari langit, sambil mencaci maki semua ulama yang lain.

Ulama yang pandangannya agak berbeda dengan pendapat mereka, maka tanpa ampun lagi ulama itupun dicaci maki, bahkan dikatakan bodoh, tidak mengerti agama, bahlul dan kadang dianggap keluar dari agama. Padahal ulama yang mereka caci maki itu justru hidupnya di masa salaf, masa yang mereka bangga-banggakan sebagai masa yang paling suci dan murni. La haula wala quwwata illa billah.

Jadi mereka sih memang ikut pendapat ulama, tetapi hanya terbatas pada ulama yang pendapatnya sesuai dengan selera mereka sendiri saja. Kalau pendapat seorang ulama ternyata tidak sesuai dengan selera, pendapat ulama itu pun dibuang jauh-jauh.

Lucunya, seringkali dalam beberapa pendapat, si ulama yang ditaklidi ini ternyata punya pendapat yang tidak sesuai dengan 'selera' mereka, maka tulisan para ulama ini pun disembunyikan. Kalau perlu, mereka bisa cetak kitabnya, tetapi materi yang sekiranya kurang sesuai dengan 'selera' mereka pun bisa dihapus.

Maka kita menemukan begitu banyak kitab para ulama dicetak dan beredar, tetapi isinya sudah diputar-balik sedemikian rupa, sehingga seolah-olah penulisnya itu 100% cocok dengan 'selera' mereka. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kitmanul-haq, atau setidaknya sebuah pengkhianatan. Dalam istilah ilmu hadits, namanya tadlis.

Sesama Tokoh Salaf Pun Tidak SepakatFakta di lapangan yang sering kita temukan, ternyata pendapat para tokoh yang mengaku salaf ini tidak selamanya sejalan, banyak sekali perbedaan pendapat yang pecah di tengah mereka. Padahal semuanya adalah icon dan tokoh salaf. Jadi meski sudah sama-sama berpaham salaf, tetapi ternyata mereka pun berbeda pendapat juga. Lucunya, sesama mereka pun banyak saling hujat, saling caci dan saling memaki, khususnya di alam maya.

Murid-murid yang kemarin sore baru belajar pun ketularan penyakit yang sama. Tidak tahu urusan, yang penting kasih komen dimana-mana, sambil menghina, mencaci, menghujat.

Kasihan juga murid-muridnya, sudah terlanjur disuruh membenci segala yang bukan berbau 'salaf', ternyata sesama orang yagn mengaku 'salaf' sendiri pun tidak akur juga.

Lucunya, kalau fakta ini diajukan kepada mereka, jawab mereka bahwa kita harus menerima kalau para ulama berbeda pendapat. Tetapi kalau yang berbeda pendapat ulama di luar wilayah mereka, tetap saja mereka perangi.

Semoga Allah SWT menurunkan rahmat, hidayah serta ilmu-Nya yang diberkahi kepada kita semua, agar tidak mudah mencaci maki orang, khususnya para ulama dan ilmu-ilmu yang telah mereka wariskan kepada kita. Dan semoga kita bisa menjadi murid-murid yang santun, shalih, beradab, berakhlaq mulia, serta tidak merasa paling pintar sendirian.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat,Lc,.MA

untuk lebih jelasnya klik disini

Wednesday, 13 June 2012

Segelap Malam,Seindah Cahaya Bintang

Oleh Asyifa Raudhatul Jannah

Tangisnya pun pecah dalam sujud akhirnya pada yang maha kuasa,,,
dia tak mampu lagi menahan sakit yang ditorehkan kedua orang tuanya karena perjodohan yang tidak ia inginkan…
seberkas cahaya malam menyusup kedalam kamarnya yang kini terasa sesak,dari balik jendela kecilnya nampak rembulan yang tersenyum manis di tengah gelapnya malam, dan bintang yang terus bersinar indah dalam kesendirian…..

“harapan itu masi ada… yaaa masi ada”. Nabila membatin
“jangankan ijab qobul undanganpun belum diedar… yaaa Allah nabila mohon tunjukkan kekuasaanmu dan datangkan keajaiban itu,,, nabila lemah. Sangat lemah.
Nabila gak akan mampu menentang keinginan abah, tapi nabila berharap besar padaMU
Hanya padaMU yaa robb… nabila pasrahkan segalanya dan nabila memohon keajaiban itu” rintihnya dalam hati…
Nabila terus berdoa dan menangis, mengadu pada robb-nya yang maha pengasih atas segala kesulitan dan tekananya selama ini.
Nabila adalah anak ke dua dari tiga bersaudara kakaknya seorang wanita yang kini kuliah di salah stu universitas negri di kotanya dan seorang adiknya yang masi kecil.
Sejak abahnya menganut golongan yang membawanya pada kemusryikan,nabila menjadi boneka hidup yang semua haknya dicabut tanpa tolerans,kehidupannya kemudian dimonopoli dalam kekuasaan abanya,tdk beloh begini dan begitu serta harus seperti ini dan seperti itu.melelahkan.sangat melelahkan.
Hinggah suatu saat umur nabila tepat 16 thn abahnya langsung menjodohkannya dengan seorang pemuda keturunan arab yang punya pemahaman yang sama dengannya (musryik)

“tapi nabila masi ingin sekolah baah, nabila juga ingin kuliah seperti kakak, nabila ingin mengejar impian nabila”ucapnya sedikit takut

“kamu itu cewek! Gak ada gunanya sekolah nanti kerjaannya Cuma di dapur dan mengurusi suami.sekolahin kamu itu Cuma buang-buang duit, pada akhirnya hanya merepotkan dan menyusahkan abah saja. Mending kamu segera menikah agar beban abah hilang!”

Sakit,sungguh sakit hati nabila. ucapan abahnya bagaikan sembilu yang menyayat-nyayat perasaannya yang begitu lembut… abah… apa hanya nabila yang abah anggap sebagai beban??? Bagaimana dengan kakak dan adik? Setiap kali memberikan mereka pakaian atau duit abah selalu bilang itu kewajiban, tapi kenapa padaku menjadi beban? Bukankah nabila anak abah dan ummi juga? Tapi kenapa baah? Abah bilang nabila perempuan dan gak perlu sekolah,tapi kakak kan juga seorang perempuan, abah mnyekolahkan dan membiayai kuliah kakak, menyediakan dia kontrakan agar dekat dari kampus,dan memenuhi segala kebutuhannya. Abah tidak pernah bilang dia merepotkan abah tapi mengapa pada nabila yang belum sempat lulus SMA nh abah berkata seperti itu?! Nabila juga ingin sekolah baah… nabila belum ingin menikah nabila belum mampu menjalankan tugas seorang istri nabila masi 16 thn aabaaahhh… kelunya dalam hati. Nabila tak akan sanggup mngungkapkan semua yang ingin dia katakana dan tanyakan, dia hanya bisa diam menerima segala serangan abahnya dan menelannya walau bgt pahit.ingin rasanya ia menangis tapi ia menahannya dengan sekuat tenaga dan berusaha tegar tanpa ekspresi apapun, hinggah abahnya meninggalkan kamarnya yg semakin sempit oleh deklarasi yang tidak pantas keluar dari mulut seorang ayah. Segera kejadian buruk tadi di ceritakanya pada syila,seorang pelajar yang umurnya terpaut lebih tua 3 tahun darinya.
“kak hati adek bener-bener sakit saat denger adek ingin dinikahkan dan,
Gak perlu sekolah. Kata abah adeh lebih baik nikah karena adek perempuan
Yang tugasnya nantinta hanya di dapur.
Padahalkan adek masi 16 th kak :(“
“jadi nabila baru 16 th? Da mau dinikahkan?!
Nabila masi sangat muda tuk menikah,gak masalah low nabila juga mau
Tapi low g?! jangan sampe nyesel,menikah bkn sebuah permainan,tapi
Sebuah komitmen yang harus qt pegang seumur hidup.
Kalau memang nabila gak mau, tolak aja de’,nabila gak usa takut.

Hmm… kakak tau nabila anak yang baik,
Selalu patuh dan taat ma orang tua, kakak bukannya ingin menjadikan nabila
Sbg anak pembangkang kakak hanya berharap nabila bisa hidup tanpa
Tekanan dan perintah kedua orang tua nabila, itu hidup nabila
Gak boleh ada yang mncampuri selain nabila dan ketetapanNya,
Menurut kakak orang tua hanya brtugas tuk menjaga anaknya agar tdk salah
Membimbing dan meluruskan ketika ia salah
Tanpa harus memonopolinya dan mengatur sesuka hatinya.
Nabila, low nabila gak ingin menikah nabila harus berani tuk menolak dengan tegas
Nabila punya hak tuk gak setuju….”
“kak nabila juga ingin nolak,tapi gak bisa….
Abah gak akan mendengarkan apa kata nabila.
Nabila bahkan terfikir tuk kabur tapi nabila takut kak
Mungkin abah dan ummi akan sangat membenci nabila
Nabila gak mau,meskipun menikah hal yang paling buruk
Tapi nabila juga gak ingin nyusahin abah dan ummi terus
Lagi pula ini yang mereka ingin kan
Jadi nabila harus jalanin,nabila gak apa-apa
Asalkan abah dan ummi bahagia nabila berusaha ikhlas”
“huuuffftt… nabila, meski kakak gak setuju tapi kakak menghargai keinginan nabila
Kakak kagum ma nabila yang begitu sabar dan tabah
Kakak berdoa moga nabila selalu diberi kemudahan dan kebaikan
Jika nabila berharap suatu keajaiban dan punya impian
Kakak akan berdoa semoga impian itu tercapai
Dan keajaiban itu datang dengan segera,nabila harus yakin.”

Dalam hati syila berharap pernikahan itu tdk pernah terjadi,dia kembali teringat pesan nabila bahwa calon suaminya adalah seseorang yang musyik spt abahnya nabilapun mengutip sebuah ayat dari surah an-nisa bahwa perempuan yang keji hanya untuk laki-laki keji dan perempuan beriman hanya untk laki-laki beriman,meski nabila tdk pernah bilang jika ia tdk setuju tapi syila bisa merasakan dan mngetahui dari semua tulisannya,syila dapat menangakap kekecewaan dan ketakutan yang berusaha ia tutup dgn senyuman.

‘huuufftttt” syila mendesah panjang, ia berfikir keras bagaimana ia harus menggagalkan rencana gila abah nabila,dia harus bertemu dan bicara langsung,dia yakin bisa melakukannya tapi bagaimana? Nabila berada di kota padang dan dia di kota bogor…

“Huuuffttt….mengapa ditahun yang bgt modern masi ada orang tua yang berfikiran kolot. Pendidikan penting baik bagi laki-laki atapun perempuan rosul jga telah mengatakan itu, bukankah wanita merupakan tiang agama? Dimana ketika para wanita bodoh dan tidak berilmu laki-lakipun tdk ada gunanya,sbg tokoh agama harusnya abah nabila faham akan hal ini. ketika menikah wanita akan menjadi navigator dari suaminya, wanita yang cerdas cenderung berfikir panjang dan mengambil tindakan dengan hati-hati demi kebaikan rumah tangganya dan masyarakat lalu apa jadinya ketika seorang yg berstatus sbg seorang istri bodoh dan tak mampu membantu suaminya baik dalam bertindak ataupun berfikir?! Ketika menikah seorang wanita akan menjadi ibu bagi anak-anaknya, madrasah serta guru pertama bagi putra putrinya,ketika ia tdk memiliki pengetahuan yang cukup dengan apa kemudian ia dapat mengajar anak-anaknya?! dan bagaimana ia akan menjawab pertanyaan yg akan muncul ketika anak-anaknya ingin tau mngenai berbagai hal. Pada kenyataannya wanita sangat membutuhkan pendidikan dan harus mendapatkan pendidikan yang baik”. Keluh syila didepan cermin
***

Dua minggu menjelang pernikahannya nurul yang mulai dekat dengan nabila saat tabliq akbar bulan lalu datang silaturahim kerumah nabila. Nabila menyambutnya dengan senyum hangat dan penuh perhasabatan,meskipun bgt nurul tetap bisa menangkap gurat sedih dan suram yang terpancar dari wajahnya yang manis.
“da msalah apa de’?”selidik nurul yang memang lebih tua 5 tahun darinya
“nabila kenapa nangis matanya sampe bengkak gitu, coba cerita sama kakak,mgkin kakak bias Bantu?”
Awalnya nabila mnolak dan brbhong, brkta dia hanya sedih setelah menonton film tapi nurul tidak percaya dan terus bertanya akhirnya nabila bercerita semua termasuk mengenai perjodohan diusianya yang begitu muda.
“gak boleh! Adek gak boleh nikah dulu! Adek masi kecil,masi harus sekolah. uda ntar malem kakak datang dan ngomong ma abah nabila.” Kata nurul dengan nada tegas, ada rasa takut yang menyusup dihati nabila mendengar ucapan nurul yang begitu nekad tapi diapun merasa senang dan lega berharap inilah pertolongan dan keajaiban yang selama ini ia minta pd Allah swt.

Malamnya nurul benar-benar datang, terjadi debat segit antara ia dan orang tua nabila, abahnya yang memang bgt keras marah dan membentak-bentak tapi nurul tetap tenang dan bersahaja,penjelasannya yang logis dan kata-katanya yang penuh wibawa mampu menjinakkan abah nabila.
Akhirnya pernikahan itupun batal dengan konsekuensi nabila harus keluar rumah dan tinggal bersama nurul.Nurul juga berjanji akan mnyekolahkan dan membiayai kuliah nabila.
***

Nurul asdalah seorang mahasiswi yang jg bekerja sebagai guru privat dan sd.ia seorang yatim dan bertanggung jawab dalam menafkahi ibunya yang kini telah tua dan sakit-sakitan. Melihat keadaan nurul yang akan bertambah sulit dengan kehadirannya,selama beberapa hari tinggal bersama nurul nabilapun memutuskan pergi diam-diam tanpa berpamitan dan meninggalkan malaikat yang telah mengeluarkannya dari neraka itu. Ia bukan tak ingin berpamitan tapi ia tak ingin seseorang yang telah dianggap sbg kakak itu sedih dan menghalangi keinginanya tuk pergi,dalam hatipun nabila sangat ingin bersama nurul,tapi dia tidak ingin menjadi beban bagi orang yang ia sayangi,ia tidak ingin merepotkan dan menyusahkan nurul seperti yang abahnya rasakan.
Cambukan kata itu masi tergores dan membentuk luka yang dalam hinggah ia tak ingin dekat dengan orang-orang yang ia sayangi sekalipun ia menginginkannya.

Seperti biasa usai solat subuh nurul berangkat ke sekolah,nabila yang sejak tadi besiap-siap kabur menatap dalam kakaknya dan melepasnya hinggah ujung jalan menelan bayangnya. pelan-pelan ia berjalan keluar dengan sebuah tas baju dan rangsel,di depan pintu ia mendengar suara ibu nurul yang mengaji dengan khidmat, setetes demi setetes air matanya jatuh dalam pelukan pagi yang begitu hangat. Selamat tinggal ibu… selamat tinggal kak nurul…ucapnya dalam hati.
Maaf kan nabila tapi terima kasih karena telah menerima nabila,,, nabila minta maaf, nabila terpaksa pergi…. Selamat tinggal keluarga kecilku.

Sepanjang jln ia brusaha tk menguatkan hatinya,brusaha tuk tdk menangis dan tersenyum walau sulit.selama empat jam ia berjalan menuju stasiun dan pergi menuju kota madya.perjalanan yang menyedihkan dan tidak pernah terbayang sebelumnya.

Allah maha adil.ya memang seperti itu, Dia tdk menganugrahkan orang tua dan saudara yang dapat mngasihi nabila dengan sempurna tapi Dia menganugrahkan saudara-saudara seiman yang sempurna dalam menyayanginya,selain nurul dan ibunya nabila pun dikelilingi teman-teman sekolah yang baik dan ramah,selain itu ia punya seorang kakak yang akan selalu mendukung dan mengharap yang terbaik untuknya, seorang kakak yang ia kenal dalam dunia maya namun begitu nyata dalam menyayanginya:)
Syila seorang teman dari facebook yang kini bagaikan kakak kandungnya sendiri, pada syilalah ia selalu bercerita tentang smw ksedihan dan kesulitannya selama ini. Syila pula yang selalu memotifasi dan memberikan ia dokungan moril untuk terus kuat dan berjuang meraih semua keinginannya. Bagi syila, nabila adalah orang yang memotifasi dia dan membakar semangatnya tuk terus maju dan sukses sedangkan bagi nabila, syila merukan kakak yang menyayanginya dan terus memberikan ia semangat agar lebih kuat dan mampu bertahan sejauh ini.
***

Kini nabila bekerja di salah satu usaha keluarga yang cukup sukses di kota itu, ia tinggal di ruangan yang disediakan pemilik usaha yang berada tepat dibelakang toko mereka. Nabila yang berumur 16 thn perlahan manjadi dewasa karena benturan hidup yang harus dihadapinya, ia tinggal sendiri dalam ruangan kecil dan sempit untuk dijadikan kamar,dapur sekalian wc itu…
Syila hampir tak bisa berkata apa-apa lagi ketika mendengar keadaan tempat tinggal adiknya yg begitu buruk,memang itu lebih baik dari sebagian besar lainnya tapi nabila masi mempunyai orang tua,ia punya keluarga yang harusnya bisa menjaga dan merawatnya,ia mempunyai kakak yang harusnya bisa menariknya kembali ditengah-tengah keluarganya,dan ia punya ibu.hidup ternyata begitu rumit tuk diselesaikan dengan satu rumus. hati syila lebih sakit lagi ketika mendengar nabila bercerita ia mendapatkan info bahwa orang tuanya sibuk membenahi rumah untuk menghilangkan hawa buruk dari anak pembawa sial.

Nabila pun bercerita bahwa ia disebut sbg anak pembawa sial oleh neneknya yang juga menjadi penyebab abahnya begitu membencinya karena mnganggap semua kesulitan dan masalah yang ada karena kehadiran nabila. astagfirullah…
Bagaimana mungkin seorang ayah bisa berfikiran seperti itu, anak adalah anugrah meski suatu saat bisa menjadi ujian tapi bikan bearti pembawa sial.
Hatinya bgt sakit, di ruangan dan tempat yang berbeda nabila dan syila menangis dan berdoa bersama agar kelak abah nabila bisa sadar dan mendapat hidayahNya.

Nun jauh disana klg nabila dapat hidup dengan nyaman,tinggal dirumah yang luas,makan-makanan yang enak dan tidur dikasur yg empuk. Sedangkan nabila… dia harus tinggal sendiri dalam ketakutan dan kesedihan, pnya keluarga tapi tak bisa bersama, makan apa adanya,dan tidur dalam kerinduan dalam kehangatan keluarga yang sempat ia rasakan sewaktu kecil… ia berjalan mendekati cela dinding yang berada tepat diatas kasurnya yang lusuh, sekelompok bintang bersinar tersenyum manis dalam gelapnya malam,tanpa terasa air matanya jatuh membasahi wajahnya yang begitu lelah
“nabila kangen baah… ummiii…”bisiknya lirih….

Wednesday, 6 June 2012

Kisah Kebenaran Azab Kubur

Kisah Kebenaran Azab Kubur
Dalam masyarakat Islam khususnya di Lombok biasanya ketika acara pemakaman tengah berlangsung para Kiai akan membacakan Talqin sebagai bentuk peringatan bagi kita semua. Guruku bercerita, suatu ketika ada seseorang yang beragama hindu bertanya,"Apa sih talqin itu ?" maka di jawablah, "Talqin itu sebuah bacaan, misalkan 'Man Robbuka?' " seperti itulah kira - kira". Maka seketika orang hindu tersebut tertawa terbahak - bahak dan berkata," Kalo begitu caranya mah semua orang bisa menjawabnya". Namun ternyata orang hindu tersebut kian penasaran dengan kubur. Akhirnya orang tersebut ingin membuktikan tentang kebenaran siksa dan nikmat kubur. Tentu kita bertanya gimana caranya ?
Tak kepalang tanggung ternyata orang tersebut membuktukannya dengan cara menimbun dirinya di dalam liang lahat pekuburan. Hingga malam tiba, aneh tapi nyata, entah itu mimpi atau sebuah kenyataan orang tersebut di siksa oleh malaikat berwajah seram di dalam kubur, orang tersebut mencucurkan keringat. Ketika itu juga ia langsung mengeluarkan dirinya dari liang lahat dan menceritakan pengalamannya tersebut kepada slah seorang Kiai dan Bersyahadat. Subhanallah, Maha Benar Allah dengan segala yang telah Dia beritakan di dalam Kitab-Nya maupun melalui lisan sang Rasul Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sungguh, kita berdo'a kepada Allah semoga Allah menetapkan Iman dan Islam dalam hati kita hingga Maut kan menjemput kita dan di jadikan oleh-Nya menjadi orang - orang yang sholeh sholehah. Aamiin

Kisah Seorang Yang Meninggalkan Shalat

Kisah Seorang Yang Meninggalkan Shalat
Telah bercerita guruku kepada kami tentang suatu Adzab kubur yakni pada masa Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq radiyallahu 'anhu. Yakni ada seorang mayat laki - laki yang yang meninggal dunia, maka hendaklah para jamaah memandikan, mengkafaninya lalu menyolatkannya. Ketika hendak di sholati, tepatnya ketika shalat jenazah tengah berlangsung tiba - tiba mayat yang terbujur kaku itu bergerak dengan sendirinya. Dari pihak keluarga yang melihat kejadian itu menaruh dugaan bahwa sang mayat masih hidup dan hanya pingsan. Namun dari sebagian orang ada pula yang ngeri melihat peristiwa tersebut dan sebagiannya lagi memberanikan diri untuk membuka kafan mayat tersebut dan melihat apa yang sebenarnya telah terjadi. Sungguhpun ketika kafannya di buka, orangpun lantas terperanjat melihat leher mayat yang di lilit ular besar. Maka orang pun mengambil kayu hendak membunuh ular tersebut, namun tak di sangka dengan Kuasa-Nya Allah, ular tersebut berbicara. Kata yang di ucapkan pertam kali oleh ular tersebut tidak lain adalah "Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah", maka orang pun mengurungkan niat membunuh ular tersebut, lantas ular tersebut berkata, "sesungguhnya aku di perintah oleh Allah untuk menyiksa mayat ini hingga hari kiamat tiba". Lantas orang pun bertanya,"Dosa apa yang telah di perbuat orang ini hingga Allah memerintahkanmu seperti demikian ?"
Ular menjawab,"Sungguh, orang ini telah melakukan dosa terhadap Allah yakni Meninggalkan Shalat, Meninggalkan zakat, dan tidak mau mendengar nasehat dari para ulamanya"
Begitulah kami di ceritakan oleh guru kami pada malam itu.
Sekian dan semoga bermanfaat untuk kita semua sehinggan kita menjadi semakin sholeh dan berbakti kepada Allah.
"Al Qubru shunduuqul 'amal" (Kubur adalah petinya Amal)